Beberapa Permainan Tradisional Padang Guci

Beberapa Permainan Tradisional Padang Guci

PADANGGUCI.COM – Masa kecil adalah masa-masa yang paling menyenangkan bagi semua orang tidak terkecuali anak-anak yang berada di wilayah Padang Guci dan sekitarnya. Pada masa ini anak-anak memiliki banyak sekali jenis permainan dan hiburan. Beberapa tahun lalu jauh sebelum dikenal permainan modern, seperti game online, game hp, dan berbagai permainan lainnya yang menggunakan teknologi tinggi sudah dikenal berbagai permainan tradisional.

Ada beragam jenis permainan yang umum dimainkan oleh anak anak Padang Guci, namun sayangnya kebanyakan permainan tradisional dibawah ini sudah mulai ditinggalkan dan bahkan dilupakan karena lebih suka mainan mainan modern. Permainan berikut ini adalah permainan yang pernah saya mainkan bersama teman-teman yang berasal dari padang guci disaat kecil, namun sayangnya hanya kenangan dan sudah mulai dilupakan oleh anak-anak generasi sekarang ini.

1. Sesimbunan (Petak Umpat)

tradisi1

Sesimbunan atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama permainan petak umpat adalah permainan sembunyi-sembunyi. Permainan ini diawali dengan Hompimpa untuk memastikan siapa sebagai “kucing” (bertindak juga sebagai pencari rekan-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nanti bakal memejamkan mata atau berbalik sembari berhitung, umumnya dia menghadap tembok, pohon atau apa sajakah agar dia tak lihat rekan-temannya bergerak untuk bersembunyi. Sesudah hitungan sepuluh, awalilah ia beraksi mencari rekan-temannya itu. Bila ia temukan rekannya, ia bakal menyebutkan nama rekannya yang dia dapatkan itu.

Yang seru dalam permainan ini yaitu, saat ia mencari, ia umumnya mesti meninggalkan tempatnya. Tempat itu bila disentuh oleh rekan yang lain yang bersembunyi jadi batallah seluruhnya rekan-rekan yang sudah diketemukan, berarti ia mesti mengulang lagi, di mana-teman-teman yang telah ketemu dibebaskan serta bakal bersembunyi lagi. Lantas si kucing bakal mengkalkulasi serta mencari lagi. Permainan usai sesudah seluruhnya rekan diketemukan.

2. Gasing

tradisi2Gasing adalah mainan yang dibuat dari bahan kayu yang keras, umpamanya dari kayu petai cina, rukam, kemining, jeruk dan lain-lain. Bentuk gasing yang dimainkan berbentuk gici kecil atau menyerupai buah bengkuang. Pada bagian atas diberi kepala untuk melilitkan tali pemutar gasing, pada bagian bawah ditancapkan paku atau besi runcing sebagai taji untuk melukai atau merusak kesembangan gasing lawan. Permainan gasing pada umumnya ditanah keras untuk gasing adu, menggunakan lantai yang licin untuk tahan lamanya berputar. Permainan gasing adu, biasanya dibuat suatu arena tertentu, dilokasi inilah penggasing berkumpul untuk mengadukan gasingnya. Dalam pertandingan gasing yang dinyatakan pemenang adalah gasing yang tahan berputar apabila dipukul lawan dan bila dia memukul lawan jatuh atau mati. Pertandingan ini dilakukan perpasangan yang memang diadu dengan yang menang.

Bagi penggasing yang handal atau terampil biasa mencari lawan untuk bertanding gasing keluar dari daerahnya (keluar kampung). Seorang penggasing yang baik ini merupakan idaman setiap pemain gasing baik dan penampilan gasing juga dalam pembuat gasing. Namun hati-hati permainan ini cukup berbahaya karena bisa bikin benjol.

3. Layang-layangtradisi3

Permainan layang-layang, juga dikenali dengan nama wau adalah satu aktivititas menerbangkan layang-layang tersebut di hawa. Pada musim kemarau di Indonesia anak-anak senantiasa bermain layang-layang lantaran anginnya besar.

4. Kasti

Kasti atau Gebokan adalah sejenis berolahraga bola seperti berolahraga softball atau baseball. Permainan yang dikerjakan 2 grup ini memakai bola tenis juga sebagai alat untuk menembak lawan serta tumpukan batu untuk disusun. Siapa saja yang sukses menumpuk batu itu dengan cepat tanpa ada terserang pukulan bola yaitu grup yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditetapkan dulu grup mana yang bakal jadi penjaga awal serta grup yang dikejar dengan suit. Grup sebagai penjaga mesti selekasnya menangkap bola secepat-cepatnya sesudah tumpukan batu roboh oleh grup yang dikejar. Jika bola sukses menyentuh lawan, jadi grup yang anggotanya tersentuh bola jadi penjaga tumpukan batu.

5. Kelereng

tradisi4Kelereng yaitu mainan kecil berupa bulat yang terbuat dari kaca atau tanah liat. Ukuran kelereng sangatlah berbagai macam, biasanya 1, 25 cm. Permainan kelereng ini umumnya dimainkan oleh anak sekolah basic usia 7 th.. Nyatanya, kelereng dapat juga diketemukan di belahan dunia lain. Mulai sejak era ke-12, di Prancis, kelereng dimaksud dengan bille, berarti bola kecil. Lain perihal di Belanda, kelereng di kenal dengan nama knikkers. Di Inggris ada arti marbles untuk menyebutkan kelereng. Marbles sendiri dipakai untuk menyebutkan kelereng terbuat dari marmer yang dihadirkan dari Jerman.

Permainan yang sangat menyenangkan bikin lupa segalanya, (^_^). Apalagi sore hari, sampai-sampai lupa mandi dan makan, akhirnya tidak terasa sudah malam hari pulang kerumah di marah mak.

6. Meriam Bambu

tradisi5Meriam bambu merupakan salah satu permainan tradisional Melayu khas cukup populer serta dikenal di berbagai daerah-daerah Melayu, bahkan hampir di seluruh wilayah nusantara pada umumnya. Selain disebut dengan istilah meriam bambu, di berbagai daerah permainan ini dikenal juga dengan nama bedil bambu, mercon bumbung, long bumbung, dan seterusnya. Permainan bedil bambu ini biasanya dimainkan oleh anak-anak laki-laki dalam rangka memeriahkan bulan puasa, menjelang hari raya, dan peringatan hari besar agama maupun adat.

Beberapa tahun yang lalu permainan ini juga sangat populer dikalangan anak-anak Padang Guci, tidak jarang bulu mata dan rambut ikut terbakar.

Tentu masih banyak lagi permainan yang pernah dimainkan oleh generasi sebelumnya, ada tambahan isi dikomentar ya. Yuk mengenang kembali permainan yang pernah menjadi idola di masa kecil.

PS : Postingan ini dibuat setelah lihat status Mamanda Tercinta (lebay dikit)! yang teringat dengan kulaghan waktu gi kecik, heee.

threadadisyahadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *