Awas Wanita Muslim, Kiai Se-Jawa Madura Bilang Selfie Bisa Haram Hukumnya

Awas Wanita Muslim, Kiai Se-Jawa Madura Bilang Selfie Bisa Haram Hukumnya

PADANGGUCI.COM – Para kiai dan pimpinan pondok pesantren yang bertemu dalam bahtsul masail yang digelar Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se Jawa Madura di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri,akhirnya merumuskan hukum kalangan muslim dalam menggunakan media sosial, khususnya facebook.

Ahmad Fauzi, anggota tim perumus forum bahtsul masail Komisi C, mengatakan, diantara yang dibahas itu adalah hukum mengupload foto.

“Hukum mengupload foto ada tiga perincian. Kalau ada dugaan akan menimbulkan fitnah atau kemaksiatan maka hukumnya haram,” ungkap Fauzi membahas tentang selfie, uploud foto, update status utamanya kaum cewek.

Namun, lanjut Fauzi, kalau ragu-ragu, maka hukumnya makruh. Sementara, bila yakin itu tidak menimbulkan kemaksiatan maka hukumnya boleh.

Fitnah yang dimaksudkan Ahmad Fauzi Hamzah adalah timbul ketertarikan karena seorang cewek dan temannya lawan jenis.

Atau ada dorongan dari temannya untuk mengomentari dengan komentar negatif.

“Komentar jorok dan tidak pantas adalah fitnah,” tambahnya.

Sementara terkait dengan update status tergantung isinya, hukumnya bisa haram atau wajib.

“Kalau isinya mengadu domba dan kebohongan maka hukumnya haram,” tegasnya.

Namun kalau isinya amar makruf nahi mungkar atau nasehat maka hukumnya wajib. Sedangkan hal-hal yang sunah maka hukumnya sunah.

“Asal isinya santun dan amar makruf,” tambahnya.

Sementara mengkritik pemerintah tetap ada aturannya seperti harus santun. Jangan sampai kritik yang diberikan malah mempermalukan.

“Yang penting isinya harus santun,” jelasnya.

Sementara memberikan ‘like’ jika berisi tidak benar, berarti kita rela sehingga tidak boleh.

Foto selfie dan mengunggahnya facebook atau dunia maya saat ini banyak dilakukan masyarakat. Termasuk
update status banyak dilakukan masyarakat mulai remaja sampai orangtua.

Sedangkan update status yang sunah dan wajib lanjut Fauzi, bila untuk kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain. Dalam hal ini pemberi komentar, atau yang mengklik ikon suka atau “like” termasuk bagian yang diatur dalam ketentuan ini.

Fauzi menghimbau kepada para santri dan masyarakat luas yang aktif di jejaring sosial (facebook, tweeter dan lainya) untuk lebih hati-hati menggunakan teknologi.

(Dikutip dari Tribunnews.com)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *